ilustrasi femometer app

Fertility Tracker Femometer App

Biasanya wanita akan menggunakan sistem kalender dengan menghitung jangka waktu 12 hari hingga 14 hari sebelum hari pertama haid atau menstruasi yang berikutnya guna mengetahui masa subur atau masa ovulasi. Hal ini penting guna menentukan saat hubungan suami istri paling tepat bagi pasangan suami istri yang sedang melaksanakan program rencana kehamilan. Mengetahui masa subur juga diperlukan untuk hal sebaliknya yakni guna mencegah kehamilan. Namun sistem kalender tersebut cenderung kurang akurat sehingga perlu untuk menggunakan suatu fertility tracker, yang salah satunya ialah Femometer App.

Apa itu Femometer App

Femometer App ialah suatu aplikasi pelengkap alat fertility tracker yang digunakan untuk mencatat hasil pengukuran suhu basal secara rutin di pagi hari setiap habis bangun tidur, dan mendeteksi masa ovulasi atau masa subur wanita dan siklus haid atau menstruasinya.

Femometer app bisa diunduh atau didownload di Playstore bagi pengguna smartphone berbasis android atau pun di Appstore bagi pengguna Apple iphone. Penggunaan software aplikasi ini ialah bersama dengan alat Femometer yang berupa suatu alat thermometer yang telah dilengkapi dengan suatu pengukur suhu khusus untuk mengukur suhu basal tubuh.

Apakah Suhu Basal itu

Suhu basal ialah suhu tubuh pada saat istirahat atau ketika badan tidak sedang melakukan aktivitas kegiatan apapun. Pengukuran suhu basal terbaik ialah jika dilakukan di pagi hari, pada saat baru saja bangun tidur dan belum melalukan suatu kegiatan apapun.

Cara pengukuran suhu basal tersebut ialah dengan meletakkan thermometer suhu basal di bawah lidah dan lalu tunggu selama beberapa saat yakni sekitar 10 detik, hingga suhu basal tubuh terdeteksi, yang ditandai dengan munculnya bunyi beep pada alat.

Cara Kerja Femometer App

Software aplikasi femometer yang telah diunduh atau didownload lalu diinstall pada perangkat smartphone. Kemudian lalukan sinkronisasi aplikasi atau software femometer tersebut melalui bluetooth dengan jarak ponsel yang didekatkan. Dengan demikian maka hasil pengukuran thermimeter suhu basal bisa tercatat dengan baik.

Cara Baca Hasil Pengukuran

Kemudian guna mengetahui masa subur atau masa ovulasi wanita yang diukur suhu basal tubuhnya dengan fertility tracker berupa thermometer suhu basal tersebut maka perhatikan perkembangan data hasil pengukurannya.

Jika terdapat perubahan suhu basal, yakni adanya kenaikan suhu basal sekitar 0,5 derajat celcius hingga 1 derajat celcius lebih tinggi dari biasanya maka hal ini adalah yanda bahwa telah memasuki masa subur atau masa ovulasi. Perlu diketahui bahwa suhu tubuh normal pada tubuh wanita yang sedang tidak mengalami ovulasi ialah sekitar 36,2 derajat celcius hingga 36,5 derajat Celcius.

Sedangkan penyebab terjadinya kenaikan suhu tubuh basal pada saat masa subur atau masa ovulasi tersebut ialah karena indung telur pada saat masa ovulasi tersebut mengeluarkan hormon progesteron. Lalu hormon progesteron tersebutlah yang akan menyebabkan terjadinya kenaikan suhu tubuh.